Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu yang Melegenda

Gunung Tangkuban Perahu termasuk salah satu gunung yang terdapat di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Gunung Tangkuban Perahu ini menjadi salah satu tempat rekreasi yang sudah terkenal di daerah sekitarnya, bahkan sampai ke luar kota.

Nama yang diberikan kepada gunung yang satu ini karena bentuk gunung ini seperti perahu yang terbalik dan penduduk setempat memanggilnya atau menamainya dengan nama Gunung Tangkuban Perahu yang artinya gunung perahu yang terbalik.

Usut punya usut diceritakan bahwa memang gunung ini sebelumnya merupakan sebuah kapal atau perahu yang dibuat oleh seorang lelaki untuk memenuhi permintaan gadis pinangannya namun sebelum selesai ditolaknya kapal tersebut.

Menurut cerita rakyat Parahyangan, konon gunung ini memang aslinya merupakan sebuah perahu yang terbalik. Dan cerita ini sudah turun-temurun dari dulu sampai sekarang.

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

tangkuban-parahu
purwasuka.id

 

Dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang Raja bernama Raja Sungging Perbangkara yang sedang pergi ke hutan untuk berburu. Setibanya di hutan, sang Raja ingin membuang air seni. Air seni sang Raja tertampung dalam sebuah daun caring (keladi hutan).

Di hutan tersebut ada seekor babi hutan berkelamin betina yang sedang bertapa. Babi hutan tersebut ternyata bernama Wayungyang yang ingin sekali dirinya menjadi manusia. Babi hutan tersebut akhirnya meminum air seni sang Raja, dan sang Raja terkejut ketika babi hutan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

Akhirnya dinikahinya Wayungyang yang sebelumnya adalah seekor babi oleh sang Raja, dan Wayungyang hamil serta melahirkan seorang bayi putri yang sangat cantik.

Kemudian bayi itu dibawa sang Raja menuju ke Keratonnya dan bayi yang sangat cantik ini diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati.

BACA JUGA  Kumpulan 5 Tempat Wisata Paling Populer di Cirebon yang Sayang Jika Kamu Lewatkan

Setelah Dayang Sumbi tumbuh dewasa, Dayang Sumbi terlihat sangat cantik dan menawan selain cantik Dayang Sumbi juga merupakan anak yang sangat cerdas. Sampai banyak para raja-raja yang ingin meminangnya namun tidak ada satupun yang diterimanya.

Karena tidak ada satupun tawaran raja-raja yang diterimanya, akhirnya para raja berperang satu sama lain. Dayang Sumbi gelisah melihat kekacauan yang disebabkan karena dirinya.

Akhirnya Dayang Sumbi meminta diri untuk mengasingkan diri di bukit yang ditemani oleh seekor anjing jantan yang bernama Si Tumang.

Dalam kesendirianya Dayang Sumbi asyik dengan tenunnya, dan torak yang digunakan untuk bertenun jatuh ke bawah. Karena dirinya malas untuk mengambilnya, Dayang Sumbi melontarkan sebuah ucapan yang tidak dipikir-pikir terlebih dahulu.

Dayang Sumbi berjanji “Barang siapa yang mau mengambilkan torak tersebut, bagi laki-laki akan ku jadikan seorang suami, dan bagi perempuan akan ku jadikan sebagai saudaraku”.

Namun ternyata yang mengambilkan adalah Si Tumang. Akhirnya Dayang Sumbi terpaksa menikahi Si Tumang.

Singkat cerita Dayang Sumbi dikarunia anak yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang tampan, gagah, perkasa.

Pada suatu hari Sangkuriang berburu ke hutan ditemani Si Tumang. Setelah lama berburu, Sangkuriang tidak mendapatkan buruan. Ia takut jika pulang tidak membawa hasil apa-apa.

Akhirnya  Sangkuriang membunuh Si Tumang yang sedang bersamanya. Dia tidak tahu jika Si Tumang itu adalah ayahnya. Dia membawa pulang daging Si Tumang tersebut dan diserahkan kepada ibunya untuk dimasak dan dimakan.

Ibunya bertanya dimana Si Tumang? Karena ibunya tidak melihat Si Tumang pulang bersama Sangkuriang. Sangkuriang menjelaskan bahwa daging yang dimasaknya adalah Si Tumang.

Akhirnya Dayang Sumbi pun marah besar dan melempar sebuah centong yang terbuat dari tempurung kelapa dan mengenai kepala Sangkuriang yang menyebabkan luka di kepalanya. Setelah itu diusirlah Sangkuriang dari rumahnya.

BACA JUGA  Tips yang Wajib di Baca Untuk Pendaki Pemula

Akhirnya Sangkuriang pergi menjelajah dan berjalan dari arah timur dan sampai ke arah barat lagi tanpa sadar kembali ke tempat Dayang Sumbi setelah beberapa tahun lamanya Sangkuriang menjelajah.

Di sana dia bertemu seorang wanita cantik yang ternyata wanita cantik itu adalah ibunya. Keduanya tidak mengetahui satu sama lain dan menjalin kisah asmara.

Namun Dayang Sumbi terkagetkan ketika melihat kepala Sangkuriang terdapat luka ketika Dayang Sumbi melempar kepalanya dulu. Dayang Sumbi pun menjelaskan yang sebenarnnya.

Namun Sangkuriang tidak mau tahu dan dia berencana akan tetap menikahinya dengan paksa. Akhirnya Dayang Sumbi bersedia namun ada satu permintaan yang harus dia jalankan yaitu membuatkan perahu dan telaga dalam waktu semalaman.

Sangkuriang pun menerima tawaran tersebut. Dan dibuatlah semua tawaran itu malam harinya. Namun Dayang Sumbi pergi kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud.

Akhirnya Dayang Sumbi menaburkan irisan boeh raring (kain putih hasil tenunannya) dan ketika itu pula fajar merekah di ufuk timur. Dan disaat itu pula kerjaan Sangkuriang hampir selesai. Sangkuriang menjadi gusar dan merasa gagal, dia pun marah besar.

Perahu yang dibuatnya dengan susah payah itu ditendangnya ke arah utara dan perahu tersebut terbalik. Saat itulah perahu tersebut menjadi Gunung Tangkuban Perahu.


Rekomendasi

Leave a Comment