13 Jenis-jenis Pantun Beserta Pengertian dan Contohnya

Jenis-jenis Pantun – Betawi adalah salah satu suku asal Indonesia yang menetap di kawasan Jakarta. Sebagai suku besar di Indonesia, Betawi memiliki adat tersendiri. Misalnya ketika acara pernikahan dimana yang paling khas dari pernikahan adat Betawi adalah adanya pertarungan silat sebelum pengantin bertemu, dan biasanya disertai dengan adu pantun.

Ya, adu pantun yang dilakukan oleh perwakilan kedua keluarga mempelai ini menjadi pertunjukan yang menyita perhatian ketika acara pernikahan adat Betawi. Jenis pantun yang digunakan sendiri adalah pantun tradisional.

Namun, saat ini jenis pantun yang digunakan nyatanya lebih beragam. Tak hanya dapat disaksikan dalam pertunjukan pernikahan adat Betawi saja, namun anda juga bisa mempelajari atau mengetahui beragam jenis pantun di berbagai sumber, semisal di pelajaran bahasa Indonesia.

Baca juga: Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas Terlengkap

Namun sebelum mengetahui jenis-jenis pantun, baiknya anda memahami apa itu pantun. Pantun adalah bentuk puisi lama yang tersusun atas peraturan persajakan tertentu. Pada beberapa bait pantun ini terbagi menjadi dua bagian yaitu sampiran pada bait pertama dan isi pada bait kedua

Sampiran yaitu pembayangan atau perumpamaan yang nantinya akan mengatur rima selanjutnya. Sedangkan isi adalah maksud dari sampiran tersebut Dan umumnya, pantun terdiri dari empat baris, namun tak jarang juga dijumpai pantun dengan jumlah baris mencapai enam atau depalan. Berikut beberapa jenis pantun.

Jenis-jenis Pantun Berdasarkan Isi

jenis jenis pantun
pixabay.com

1. Pantun anak

Yaitu pantun yang isinya khusus atau menceritakan tentang dunia anak-anak, sehingga pemilihan bahasa yang digunakan pun biasanya akan lebih mudah dipahami. Contohnya adalah sebagai berikut.

Pergi ke sawah menanam padi

Sawah dibajak dengan sapi

Jadi anak yang baik hati

Tentu tahu balas budi

Burung camar di tepi pantai

Pantai yang indah banyak ombaknya

Jadilah kamu anak yang pandai

Sudah pasti banyak temannya

2. Pantun kasih sayang/cinta

Biasanya jenis pantun yang satu ini banyak digunakan untuk sarana perkenalan, mengungkapkan perasaan serta pujian dan termasuk pantun muda mudi. Berikut contohnya.

Jelatik burung di awan

Selasih di atas peti

Sudah cantik bersama padan

Kasih tersangkut di dalam hati

Anak lintah banyak bersua

Lintah melilit batang padi

Peluk cium kita berdua

Tandanya cinta dalam hati

3. Pantun adat istiadat

Biasanya isi yang diungkapkan dalam pantun adat istiadat ini adalah tradisi dari leluhur, sehingga harus dipelihara dan tak boleh dilupakan. Fungsi pantun adat istiadat sendiri adalah sebagai media peraturan dalam bermasyarakat.

BACA JUGA  11 Macam Jenis-jenis Tanah dan Penjelasanya Secara Lengkap

Dan peraturan tersebut murni dari leluhur tanpa dirubah berdasarkan kemajuan jaman ataupun lainnya. Berikut contoh pantun adat istiadat.

Lebat daun bung di tanjung

Berbau harum bunga cempaka

Adat dijaga pusaka dijunjung

Baru dipelihara adat pusaka

Bukan lebah sembarang lebah

Lebah bersarang di buku buluh

Bukan sembah sembarang sembah

Sembarang bersarang jari sepuluh

4. Pantun agama

Sepert namanya, pantun agama adalah pantun yang di dalamnya terdapat nilai-nilai atau prinsip keagamaan. Biasanya tak hanya tentang pengetahuan agama, namun juga berisikan perintah dan larangan menurut agama. Berikut contoh pantun agama.

Kalau menegakkan benang basah

Aib malu orang sekampung

Kalau menegakkan agama yang salah

Hidup mengerang mati menanggung

Kalau sudah duduk berdamai

Jangan lagi diajak berperang

Kalau sunnah sudah dipakai

Jangan lagi dibuang-buang.

5. Pantun nasehat

Pantun nasehat merupakan pantun yang menjelaskan sendi kebaikan dana bermasyarakat, kemudian disampaikan melalui peraturan estetika kata. Berikut contoh pantun nasehat.

Kelapa gading buahnya banyak

Lebat berjulai di pangkal pelepah

Bila berunding sesama bijak

Kusut selesai, sengketa pun sudah

Apalah tanda kayu meranti

Kayunya rampak melambai angin

Apalah tanda melayu sejati

Ilmuya banyak, belajarpun  rajin

6. Pantun teka-teki

Yaitu pantun yang berisikan tebakan atau sebuah teka-teki. Dan untuk melengkapi pantun teka-teki biasanya dibutuhkan jawaban. Berikut contohnya.

Kalau tuan bawa keladi

Bawakan juga si pucuk rebung

Kalau tuan bijak bestari

Binatang apa tanduk di hidung

Tugak padi jangan bertangguh

Kunyit kebun siapa galinya

Kalau tuan cerdik sungguh

Langit tergantung mana talinya

7. Pantun jenaka

Salah satu jenis pantun yang paling sering dijumpai dalam berbagai acara, semisal pernikahan adat Betawi. Jenis pantun jenaka sendiri memiliki tujuan untuk menghibur pendengarnya.

BACA JUGA  Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Metodologi Penelitian Beserta Contohnya

Bahkan terkadang juga digunakan untuk menyindir dengan tujuan agar lebih akrab dengan lawan pantunya. Sering kali pantun jenaka menimbulkan tawa pada pendengarnya. Berikut beberapa contohnya.

Dimana kuang hendak bertelur

Di atas lata dirongga batu

Dimana tuan hendak tidur

Di atas dada dironggah susu

Pohon manggis di tepi rawa

Tempat nenek tidur beradu

Sedang menanggis nenek tertawa

Melihat kakek bermain gundu

8. Pantun Dagang

Merupakan pantun yang mengisahkan tentang kisah atau nasib seseorang. Dan biasanya pantun dagang ini diceritakan atau dinyanyikan oleh mereka yang sedang di perantauan atau mereka yang memiliki nasib tak seberuntung temannya.

Berikut contohnya.

Tudung saji hanyut terapung

Hanyut terapung di air sungai

Niat hati ingin pulang kampung

Apa daya tangan tak sampai

Pukul gendang kulit biawak

Sedikit tidak berdentum lagi

Hendak kemana untung ku bawa

Sedikitpun tidak beruntung lagi

9. Pantun kepahlawanan

Pantun yang isinya berisikan tentang perjuangan seorang pahlawan dan semangat para pahlawan. Berikut beberapa contohnya.

Hang jabat hang kasturi

Budak budak raja Malaka

Jika hendak jangan dicuri

Mari kita bertentang mata

Adakah perisai bertali rambut

Rambut dipintal akan cemara

Adakah misal tahu takut

Kami pun muda lagi perkasa

10. Pantun suka cita

Yaitu pantun yang isinya mengambarkan kegembiraan, baik kegembiraan pembaca maupun pendengar. Dan biasanya isi akan disesuaikan dengan acara ketika pantun dibacakan. MISalnya ketika acara pernikahan, mak pembaca pantun akan menggambarkan kebahagiaan kedua mempelai. Berikut contohnya.

Kancil senang bila berkemah

Tandanya diberi segenggam uyah

Kalau ayah pulang ke rumah

Selalu saja bawa hadiah

11. Pantun duka cita

Berbanding terbalik dengan pantun suka cita, karena isi dari pantun duka cita adalah kesedihan atau duka yang sedang dirasakan pembaca. Permasalahan yang sering diungkapkan dalam pantun duka cita ini misalnya kemiskinan, nasib keturunan, dan lain-lain.

BACA JUGA  Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas Terlengkap

Berikut contoh pantun duka cita

Tangsi nasibku rotan teranyam

tidak rotan bilah patahkan

Untung bundaku sebagai ayam

tidak mengekas tidaklah makan

12. Pantun beriba hati

Meskipun memiliki inti yang sama, yaitu menceritakan kesedihan. Namun pantun beriba hati berbeda dengan pantun duka cita karena pantun beriba hati hanya digunakan mereka yang sudah dewasa. Contohnya adalah sebagai berikut.

Buanglah paku ambilkan kain

Kain lembut dipakainya

Lupakan diriku ambil yang lain

Aku ini manusia tak punya.

13. Pantun berceraian

Yaitu sebuah pantun yang isinya mengisahkan tentang perpisahan. Suasana yang ditimbulkan pada pantun berceraian yaitu duka cita dan kesedihan. Berikut contoh pantun bercerian.

Bagaimana datang ke Malaka

Malaka berperang dengan Belanda

Bagaimana menanggung duka

Duka karena kepergian kanda.

Sangat beragam bukan jenis pantun, biasanya anda akan menjumpai beragam jenis pantun tersebut dalam acara yang berbeda pula.


Rekomendasi

1 thought on “13 Jenis-jenis Pantun Beserta Pengertian dan Contohnya

Leave a Comment