jenis jenis paragraf

Jenis-jenis Paragraf Beserta Penjelasan dan Contohnya

Jenis-jenis Paragraf – Dalam pelajaran bahasa Indonesia, pasti anda sering mendapati materi tentang jenis-jenis paragraf. Ya, jenis paragraf sendiri cukup beragam, dan dari beberapa jenis tersebut memiliki ciri masing-masing.

Dimana selain struktur kata yang digunakan, perbedaan paragraf juga sering kali berdasarkan fungsi dan tujuan pembuatan paragraf tersebut. Apa sajakah jenis-jenis paragraf tersebut? Berikut beberapa diantaranya.

1. Jenis- jenis Paragraf Argumentasi

jenis-jenis paragraf
pixabay.com

Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang banyak digunakan mereka ketika mengeluarkan argumentasi atau pendapat. Biasanya paragraf argumentasi akan disertai dengan bukti untuk menguatkan argumen yang disampaikan.

Yang membedakan paragraf ini dengan jenis-jenis paragraf lainnya adalah hampir seluruh isinya merupakan pendapat secara subjektif.

Ciri dari paragraf argumentasi ada beberapa, antara lain adalah :

  • bersifat nonfiksi/ilmiah
  • memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca agar apa yang disampaikan dalam paragraf tersebut benar adanya.
  • Untuk lebih meyakinkan pembaca akan dilengkapi dengan bukti berupa gambar, tabel, data dan lain-lain.
  • pada bagian akhir paragraf akan ditutup dengan kesimpulan.

Paragraf argumentasi sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu pola sebab-akibat dan pola akibat-sebab. Untuk pola sebab-akibat sendiri tersusun dari sebuah peristiwa atau masalah yang dianggap sebagai sebab, kemudian mengalir menuju kesimpulan yang dianggap sebagai akibat.

Sedangkan pola akibat-sebab akan berbanding terbalik, dimana struktur paragraf berawal dari pembahasan yang dianggap sebagai akibat kemudian mundur kebagaimana sebabnya.

2. Paragraf Diskripsi

jenis-jenis paragraf
pixabay.com

Bagi anda yang suka berimaginasi, biasanya akan dengan mudah mencerna apa yang disampaikan dalam paragraf diskripsi. Ya, karena paragraf diskripsi adalah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan sesuatu sehingga pembaca bisa membayangkan, atau seolah-olah melihat, mendengar bahkan merasakan apa yang disampaikan dalam paragraf tersebut.

Ciri-ciri paragraf diskripsi antara lain adalah :

  • Menggambarkan sebuah objek secara detail, baik berupa tempat, keindahan, orang dan lain-lain.
  • Memiliki tujuan agar pembaca seolah-olah bisa melihat sendiri apa yang dituliskan dalam paragraf tersebut.

Paragraf deskriptif sendiri terbagi menjadi 3 macam pengembangan atau pola yaitu  majalah deskriptif objektif, subjektif dan deskriptif spasial. Untuk paragraf deskriptif objektif yaitu meskipun menceritakan objek secara detail dan memiliki tujuan agar pembaca seakan-akan melihat sendiri apa yang dituliskan oleh penulis, namun dalam paragraf deskripsi tidak tertera opini penulis, sehingga apa yang ditulis berdasarkan kenyataan.

Sedangkan untuk paragraf deskriptif subjektif yaitu paragraf yang di dalamnya juga tertulis opini penulis, bahkan sering kali opini penulis lebih dominan dalam paragraf deskriptif subjektif ini.

Lalu untuk paragraf deskriptif spasial adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek secara lebih detail, khususnya objek berupa tempat, ruangan, atau pun benda mati.

Dan yang terakhir yaitu paragraf deskripsi waktu, yaitu paragraf yang dikembangkan berdasarkan dengan urutan waktu kejadian.

3. Paragraf Ekspositif

jenis-jenis paragraf
pixabay.com

Lain dengan dua jenis paragraf sebelumnya yang hanya menjelaskan tentang pembahasan atau materi tanpa konflik. Paragraf ekspositif justru sering kali digunakan untuk menjelaskan suatu konflik atau permasalahan.

Ya, karena paragraf ekspositif merupakan satu paragraf yang berisi tentang penjelasan suatu masalah. Dan sebisa mungkin penulis akan menjelaskan detail dan urutannya sehingga pembaca dapat memahami dengan baik masalah yang disampaikan oleh penulis.

Ciri-ciri paragraf ekspositif antara lain adalah :

  • Sifatnya nonfilsi atau ilmiah.
  • Memiliki tujuan untuk menjelaskan atau menerangkan kepada pembaca tentang suatu permasalahan.
  • Apa yang dituliskan berdasarkan fakta.
  • Tidak memiliki maksud mempengaruhi pembaca.

Paragraf ekspositif sendiri terdiri dari beberapa macam/pola. Yang pertama yaitu pola deduksi, dimana paragraf disusun mulai dari hal yang umum kemudian meruncing menuju hal yang khusus (detail).

Pola induksi, yaitu paragraf yang disusun mulai dari hal yang khusus kemudian meluas menjadi hal yang umum. Pola perbandingan, yaitu paragraf yang disusun dengan membandingkan masalah tersebut dengan hal yang lain, semisal harga, kualitas, keuntungan dan lain sebagainya.

Pertentangan adalah paragraf yang menunjukkan pertentangan atau ketidak sependapat antara penulis dengan fakta yang ditulis, biasanya akan menggunakan kata akan tetapi, melainkan, namun, sebaiknya dan lain-lain.

Pola analogi, paragraf yang menjelasakan  tentang kesamaan dua benda atau masalah, muali dari fungsi, segi kesamaan dan lain-lain, akan tetapi masih bersifat ilusi.

Pengembangan proses, yaitu paragraf yang disusun berdasarkan urutan proses suatu masalah. Pola pengembangan klasifikasi, yaitu paragraf yang disusun dengan mengelompokkan barang-barang yang dianggap memiliki kesamaan.

Pola pengembangan ilusi, yakni sebuah paragraf yang menjelaskan tentang uraian benda abstrak, dan menggunakan kata penghubung seperti misalnya, umpamanya dan lain-lain.

Pengembangan definisi, paragraf yang menuliskan penjelasan tentang suatu permasalahan secara panjang lebar dan tujuan agar pembaca memahami dengan baik apa yang disampaikan.

Pola sebab akibat, yaitu paragraf yang ide utamanya adalah sebuah sebab permasalahan, kemudian dikembangkan dan menuju akibat permasalahan tersebut, atau sebaliknya.

4. Paragraf persuasif

jenis-jenis paragraf
pixabay.com

Paragraf persuasif yaitu sebuah paragraf yang tujuannya untuk membujuk atau mempengaruhi atau meyakinkan pembaca agar melakukan apa yang dituliskan dalam paragraf tersebut. Dan biasanya dilengkapi dengan bukti agar pembaca lebih yakin.

Jenis paragraf yang satu ini banyak digunakan untuk iklan atau promosi barang maupun suatu objek. Ciri dari paragraf persuasi antara lain adalah :

  • tercantum fakta atau bukti yang membuat pembaca lebih yakin atau percaya.
  • memiliki tujuan untuk mempengaruhi, membujuk, meyakinkan dan mendorong pembaca untuk melakukan apa yang dituliskan pada paragraf tersebut.
  • Pemilihan bahasa dilakukan dengan baik (menarik), agar sugesti yang diberikan pada pembaca tersampaikan dengan baik pula.

Untuk jenis paragraf persuasif sendiri tak terbagi menjadi beberapa macam atau pola layaknya paragraf lain.

5. Jenis-jenis Paragraf Naratif

jenis-jenis paragraf
pixabay.com

Yaitu paragraf yang disusun berdasarkan urutan waktu suatu kejadian atau peristiwa. Dan biasanya hal yang diceritakan merupakan cerita nyata ataupun karangan yang menghisahkan kehidupan.

Biasanya beberapa paragraf naratif akan disusun menjadi cerpen atau cerita lain yang memiliki alur.

Ciri dari paragraf naratif.

  • Ada tokoh, tempat, waktu dan suasana yang diungkapkan dalam cerita tersebut.
  • Mementingkan urutan waktu atuapun urutan peristiwa.
  • Tidak hanya menceritakan karya fiksi saja (cerpen, novel dan roman), namun juga menceritakan cerita non fiksi (biografi, sejarah, riwayat perjalanan dan cerita nyata alam surat kabar).

Paragraf naratif sendiri terbagi menjadi dua macam atau pola yaitu narasi ekspositoris atau nonfiksi, yaitu menceritakan suatu kejadian yang benar-benar terjadi atau nyata.

Dan narasi sugestif atau nonfiksi yaitu cerita yang mengembarkan tentang khayalan penulis, sehingga pembaca tersugesti atau tertarik untuk membaca. Bahkan bisa merasakan apa yang diceritakan dalam paragraf tersebut.

5 jenis paragraf tersebut sering kali anda jumpai dalam berbagai media online ataupun media cetak, baik dalam surat kabar maupun media non cetak lainnya. Dan biasanya, yang perbedaan penggunaan jenis paragraf akan disesuaikan dengan tujuan pembuatan paragraf tersebut.

Misalnya untuk tujuan iklan dimana jenis paragraf yang dipilih pastilah jenis paragraf persuasi dan bukan deskripsi yang hanya menjelaskan produk tanpa menyertakan ajakan atau bujukan.

BACA JUGA  Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Metodologi Penelitian Beserta Contohnya

Rekomendasi

Leave a Comment