Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas Terlengkap

Macam-macam Majas – Pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran wajib di sekolah. Bahkan saking pentingnya, pelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk anda yang sudah memasuki bangku sekolah menengah pertama pasti tak asing dengan materi majas. Sebenarnya majas itu apa?

Majas adalah pemanfaatan gaya bahasa yang dilakukan untuk mencapai sebuah nuansa, sehingga dapat menggambarkan kesan kata-kata yang lebih imaginatif dan menarik.

Perbedaan nuansa yang ingin ditampilkan pada setiap pembuatan majas ini membuat macam-macam majas cukup beragam, beberapa contoh majas yang sering anda jumpai antara lain seperti majas metafora, majas hiperbola, majas personifikasi dan lain-lain.

Biasanya, beberapa contoh majas tersebut akan dijumpai pada karya tulis seperti puisi. Dan biasanya masing-masing contoh majas ini memiliki ciri khas tersendiri sebagai pembedannya.

Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas
lahiya.com

macam-macam majas sendiri sangatlah beragam, yaitu terdiri dari

  • Majas Pertentangan
  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran

Dimana setiap jenis majas tersebut terdiri dari beberapa macam majas bagian, majas-majas bagian ini lah yang akan memiliki ciri khas tersendiri. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan lengkapnya.

A. Macam-macam Majas Perbandingan

Seperti namanya, majas yang termasuk dalam jenis majas perbandingan ini adalah majas yang menjelaskan tentang perbandingan suatu hal sehingga pembaca dapat mendapatkan kesan yang lebih mendalam tentang perbedaan tersebut.

1. Perumpamaan atau Asosiasi

Majas perumpamaan atau asosiasi yaitu majas yang digunakan untuk membandingkan 2 hal yang hakekatnya memang sudah berbeda, aka tetapi sengaja dianggap sama.

Sebagai ciri majas asosiasi ini biasanya menggunakan kata-kata seumpama, bagaikan, bagai, laksana dan seperti. Berikut beberapa contoh majas asosiasi :

  • Semangatnya keras bagaikan baja.
  • Mukanya pucat bagai mayat.
  • Wajahnya kuning bersinar bagai matahari.

2. Metafora

Majas Metafora merupakan majas yang menggambarkan perbandingan analogis. Ciri dari majas metafora yaitu pemakaian kata yang bukan sebenarnya, namun sebagai kiasan dari persamaan atau perbedaan, seperti tulang punggung. Berikut beberapa contohnya.

  • Venicka merupakan bintang kelas dunia.
  • Dia dianggap sebagai anak emas oleh majikannya.

3. Personifikasi

Majas personifikasi merupakan majas yang digunakan untuk membandingkan dua benda mati yang susunan katanya seolah-olah menggambarkan benda tersebut bernyawa.

Contoh majas personifikasi.

  • Badai mengamuk hingga rumah penduduk roboh.
  • Ombak saling berkejar-kejaran menuju tepi pantai.

4. Alegori

Majas yang menggambarkan suatu perbandingan melalui kiasan lain. Dan merupakan perbandingan yang saling bertautan antara satu dengan lainnya. Dan biasanya majas ini berbentuk cerita.

Berikut contohnya.

  • Suaminya adalah seorang nakoda, dan istrinya seorang juru mudi.

5. Simbolik

Majas yang menggambarkan sesuatu dengan perumpamaan sebuah benda, hewan maupun tumbuhan. Berikut contoh majas simbolik.

  • Pria itu sudah terkenal sebagai buaya darat.
  • Rumah mewah itu hancur dilalap si jago merah.

6. Metominia

Yaitu majas yang menggunakan nama sebuah label atau benda yang digunakan untuk menggantikan benda yang dimaksud. Berikut contohnya.

  • Di kantong ayah selalu terselip gudang garam (yang dimaksud adalah rokok gudang garam).
  • Setiap pagi kakek selalu menyeduh kapal api (yang dimaksud adalah kopi kapal api).

7. Sinekdok

Yaitu majas yang digunakan untuk menjelaskan sebagian dari keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdok sendiri terdiri dari 3 macam, yaitu pars pro toto dan totem pro parte.

  • Detik ini dia belum juga terlihat batang hidungnya (pars pro toto)
  • Indonesia akan memilih idolanya pada hari ini (totem pro parte)

8. Simile

Pengkungkapan yang dilakukan dengan menggunakan kata depan yang eksplisit, seperti umpana, bak, ibarat, bagai dan lain-lain. Berikut contohnya.

  • Kau bak air aku minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta hingga berkboran apa saja.

B. Majas Pertentangan

Majas pertentangan yaitu “kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang dimaksudkan sebenarnya oleh penulis atau pembicara dengan maksud guna meninggalkan atau memperhebat kesan dan pengruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Berikut beberapa macam majas pertentangan.

1. Antitesis

Yaitu majas yang menggunakan pilihan kata yang berlawanan kata. Berikut contohnya.

  • Besar kecil, tua muda semua ikut meramaikan karnaval tersebut.
  • Cantik jelek, miskin kaya sama saja di hadapan Tuhan.

2. Paradoks

Yaitu majas yang mengandung sebuah unsur pertentangan antara pernyataan dan fakta yang sama. Contohnya adalah.

  • Aku merasa begitu kesepian di tengah keramaian ini.
  • Aku merasa sedih di tengah kebahagiaan yang dirasakan semua orang.

3. Hiperbola

Majas yang berupa pernyataan secara berlebihan dari sebuah kenyataan, dimana maksudnya adalah untuk mendapat kesan yang lebih mendalam. Berikut contohnya.

  • Suaranya menggelegar membelah jagad raya.
  • Tubuhnya seperti tinggal tulang yang berbalutkan kulit.

4. Litotes

Berlawanan dengan hiperbola, litotes justru memberikan pernyataan yang mengecilkan atau merendahkan. Contohnya adalah.

  • Makanlah apa adanya, hanya dengan nasi dan garam saja.
  • Mengapa anda memilih untuk bertanya kepada orang bodoh seperti saya.
Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas
contohmajasku.blogspot.com

C. Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan majas yang digunakan untuk menegaskan sebuah pernyataan baik melalui perbandingan maupun persamaan. Macam-macam majas penegasan sendiri ada 7, yaitu

1. Pleonasme

Majas yang menggunakan pilihan kata-kata yang berlebihan, sehingga kesan tega dari mjas tersebut lebih nampak. Berikut contohnya.

  • Semua siswa yang berada di atas harap segera turun ke bawah.
  • Mereka mendongak ke atas untuk menyaksikan apa yang ada di langit.

2. Repetisi

Merupakan majas yang menggunakan kata-kata perulangan sebagai penegasan. Berikut contoh majas repetisi.

  • Veni adalah wanita yang kutunggu, yang ku nanti, yang ku harapkan.
  • Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3. Paralelisme

Majas perulangan yang biasanya terdapat di puisi. Berikut contohnya.

  • Cinta adalah pengertian
  • Cinta adalah pengorbanan
  • Cinta adalah kesetiaan

4. Tautologi

Merupakan sebuah majas yang menggunakan kata berulang dalam satu kalimat. Dan biasanya kata berulang tersebut berbentuk sinonim. Berikut contohnya

  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku.
  • Seharusnya sebagai saudara serumah kita bisa hidup akur, rukun dan bersaudara.

5. Klimaks

Majas yang menjelaskan beberapa hal yang tingkatannya dari kecil ke besar. Berikut contohnya.

  • Semua warga mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga manula ikut berpatisipasi dalam lomba 17 an.
  • Baik Ketua RT, RW, Camat, Bupati, Gubernur bahkan Presiden tidak memiliki hak untuk ikut campur urusan pribadi seseorang.

6. Antiklimaks

Lawan dari klimak, yaitu majas yang menjelaskan sesuatu yang semakin lama semakin rendah atau menurun. Contohnya adalah.

  • Kepal sekolah, guru, sifat dan siswa berkumpul untuk merayakan pesta ulang tahun sekolah.
  • Di kota bahkan desa semua warganya merayakan HUT RI.

7. Retorik

Majas yang bersifat pertanyaan namun tak mengharapkan jawaban. Dimana tujuannya hanya untuk memberikan penegasan, sindiran ataupun menggugah.

  • Wanita mana sih yang tidak ingin cantik?
  • Adakan orang tua yang ingin anaknya putus sekolah?

D. Majas Sindirian

Majas sindiran merupakan majas yang menyatakan sindiran yang berguna untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap siapa saja yang mendengar atau membaca. Berikut macam-macam majas sindiran.

1. Ironi

Majas yang menyatakan sebuah pertentangan dengan tujuan menyindir seseorang. Contohnya.

  • Ini baru namanya siswa disiplin, setiap pulang selalu larut malam.
  • Bagusnya tulisanmu, bahkan aku sampai tak bisa membacanya.

2. Sinisme

Majas yang menyatakan sindiran kepada seseorang secara langsung. Contohnya

  • Perkataanmu tadi siang begitu menyebalkan.
  • Lama-lama aku tak betah berada disini karena melihat perlakuanmu.

3. Sarkasme

Majas sindiran yang merupakan paling kasar, dan biasanya diucapkan mereka yang sedang marah. Contohnya.

  • aku seperti mau muntah melihat wajahmu itu.
  • Dasar kerbau dungu, kerjaan sepele saja tidak beres.
  • Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan anda.

Rekomendasi

1 thought on “Pengertian, Contoh dan Macam-macam Majas Terlengkap

  1. Ternyata majas ada 21 macam yaa.. Padahal saya aja cuma baru bisa nulis beberapa majas di blog Pintar Sekolah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.