Daftar Paket Catering Nasi Tumpeng di Jogja yang Murah, Sehat dan Halal

Nasi Tumpeng Jogja –¬†Dikatama Catering Jogja telah sangat berpengalaman dalam mengelola paket catering nasi tumpeng di Jogja. Kami menghadirkan menu nasi tumpeng dengan berbagai variasi menu dengan harga murah. Menu catering nasi tumpeng ala Khalila dijamin enak.

Kami adalah catering Jogja yang melayani jasa pemesanan Nasi Tumpeng Jogja dengan layanan delivery order hingga berbagai lokasi di Jogja, untuk paket tumpeng juga kami memiliki banyak variasi mulai dari tumpeng mini yang di buat dengan sangat minimalis hingga tumpeng ukuran besar yang biasa digunakan untuk syukuran dan peresmian acara kantor.

Anda tertarik untuk pesan tumpeng Jogja delivery? Hubungi kami sekarang juga ya

Dari segi rasa Dikatama Catering tidak ada tandingannya, karena rasa merupakan hal yang terpenting dalam setiap makanan. Bahan baku tumpeng kami berasal dari bahan yang bermutu tinggi, serta dijamin kualitas nya. Seperti beras sebagai bahan untuk nasi, berasal dari beras yang berkualitas tinggi, bersih dan pulen. Untuk ayamnya sendiri kami hanya memakai ayam yang berkualitas dan terjaga kebersihannya. Begitupun untuk sayuran nya, kami hanya mengunakan sayuran yang segar.

Paket Catering Nasi Tumpeng Jogja

Menu Nasi Tumpeng Jogja 1

  • Harga : Rp 250.000,00
  • Untuk 10 orang
  • Nasi kuning, Kering Tempe, telur dadar, kering tempe, ayam paha, perkedel

Menu Nasi Tumpeng Jogja 2

  • Harga : Rp 350.000,00
  • Untuk 20 orang
  • Nasi kuning, Kering tempe, telur dadar, sambel goreng kreni, paha ayam goreng, abon sapi

Menu Nasi Tumpeng Jogja 3

  • Harga : Rp 450.000,00
  • Untuk 20 orang
  • Nasi kuning, Kering tempe, telur dadar, sambel goreng Kreni, abon sapi, ingkung ayam kampung, perkedel

Menu Nasi Tumpeng Jogja 4

  • Harga : Rp 1.000.000,00
  • Untuk 40 orang
  • Nasi kuning, Kering Tempe, ingkung ayam, abon sapi, sambel goreng kreni, telur dadar, paha ayam goreng,
  • perkedel, beef teriyaki, gudangan, telur rebus

Ketentuan:

  • Order maksimal 4 hari sebelum acara
  • Charge dari gedung ditanggung pemesan

Segera hubungi Dikatama Catering untuk pemesanan catering nasi tumpeng di Jogja. Silakan untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak kami. Menu catering nasi tumpeng dijamin enak.

*****

Informasi Tentang Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia

Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk.

Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang.

Sejarah dan Tradisi

nasi tumpeng jogja

Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi.

Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

***

Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa.

Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran. Menurut tradisi Islam Jawa, “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawa : yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh).

Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh) Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan).

Tiga kalimat akronim itu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra’ ayat 80:

“Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan”.

Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah.

***

Maka bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.

Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut.

Kemudian semua orang yang hadir diundang untuk bersama-sama menikmati tumpeng tersebut. Dengan tumpeng masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan sekaligus merayakan kebersamaan dan kerukunan.

Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai ‘tumpengan’. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi ‘tumpengan’ pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara.

Lauk-pauk

Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. Namun, beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya.

Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewan laut (ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung, bayam atau kacang panjang).

Setiap lauk ini memiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. Lomba merias tumpeng cukup sering dilakukan, khususnya di kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, umtuk memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan.

Variasi

  • Tumpeng Robyong – Tumpeng ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa. Tumpeng ini diletakkan di dalam bakul dengan berbagai macam sayuran. Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah dan cabai.
  • Tumpeng Nujuh Bulan – Tumpeng ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan. Tumpeng ini terbuat dari nasi putih. Selain satu kerucut besar di tengah, tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang.
  • Tumpeng Pungkur – digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. Dibuat dari nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi.
  • Tumpeng Putih – warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa. Digunakkan untuk acara sakral.
  • Tumpeng Nasi Kuning – warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur. Digunakan untuk syukuran acara-acara gembira, seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, dan sebagainya.
  • Tumpeng Nasi Uduk – Disebut juga tumpeng tasyakuran. Digunakan untuk peringatan Maulud Nabi.
  • Tumpeng Seremonial/Modifikasi

Sumber: Wikipedia.org

 

Informasi Pemesanan Nasi Tumpeng di Jogja

Hubungi: 0898-5115-730


Rekomendasi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.