Perbedaan nabi dan rasul

Perbedaaan Nabi Dan Rasul, Serta Kisah Rasul Ulul Azmi

Perbedaan Nabi dan Rasul – Allah telah menciptakan dunia ini dengan penuh kesempurnaan. Tak hanya memenuhi alam semesta dengan beragamnya satwa dan tumbuhan, namun Allah juga menciptakan manusia sebagai khalifah atau pemimpin.

Sebagai pemimpin di bumi, tentu saja manusia dibekali dengan akal yang mampu membuatnya bisa membedakan mana yang diperbolehkan dan mana yang dilarang atau harus dijauhi.

Ya, selain menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan, Allah memberikan rezeki sesuai yang telah ditentukan dan juga menciptakan kehidupan manusia dengan penuh cobaan yang akan membedakan derajat manusia di mata Allah nantinya.

Barang siapa yang bisa melewati semua cobaan yang telah Allah berikan dengan penuh rasa iklas, maka derajatnya akan naik. Diantara sekian banyak manusia yang diciptakan Allah, anda pasti tahu ada nabi diantara mereka sebagai khalifah yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu Allah kepada semua umat manusia dan untuk dirinya sendiri.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Perbedaan nabi dan rasul
slidehot.com

Dan dari banyaknya nabi, sebagian dari mereka ada yang termasuk Rasulullah. Rasulullah atau rasul ini merupakan orang-orang pilihan Allah yang memiliki ketaatan luar biasa serta rasa sabar yang tiada bandingnya.

Begitu besar cobaan yang Allah berikan kepada Nabi dan Rasul ini sehingga tak heran jika derajat mereka jauh di atas derajat manusia biasa.

Lalu secara pengertian, sebenarnya nabi dan rasul itu siapa? Nabi adalah seorang laki-laki yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri. Sedangkan rasul adalah seorang laki-laki yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri dan umatnya.

Setelah membahas nabi dan rasul, apakah anda paham apa perbedaan antara nabi dan rasul? Perbedaan nabi dan rasul sebenarnya cukup banyak. Berikut beberapa perbedaan nabi dan rasul.

BACA JUGA  Gambaran Kehidupan di Surga menurut Al-Quran & Sunnah

Nabi

Perbedaan Nabi dan Rasul
abiummi.com
  1. Salah satu ciri utama dari seorang manusia yang diangkat oleh Allah sebagai nabi adalah ketika dirinya menerima wahyu atau firman Allah. Akan tetapi, wahyu yang diberikan kepada nabi hanyalah untuk dirinya sendiri dan tidak (wajib) untuk disampaikan kepada umat manusia.
  2. Memiliki tugas khusus untuk menguatkan atau meneguhkan ajaran yang telah diberikan oleh Rasul yang hidup sebelum nabi tersebut.
  3. Nabi hanya akan diutus diantara orang-orang beriman, sehingga tak ada kewajiban untuk para nabi meluruskan jalan umat yang masih sesat.
  4. Ada beberapa nabi yang berhasil dibunuh oleh kaumnya sendiri.
  5. Nabi yang pertama menggunakan ‘alaihisalam.
  6. Jumlah dari manusia yang diangkat Allah sebagai nabinya sangatlah banyak, bahkan mencapai angka ratusan ribu orang.
  7. Setiap manusia yang diangkat oleh Allah sebagai rasul sudah tentu dirinya adalah seorang nabi juga, namun seorang nabi belum tentu dianggkat menjadi rasul juga.
  8. Wahyu yang diberikan kepada para nabi hanya disampaikan oleh Allah melalui mimpi.

Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul
iis-page.blogspot.com

Dari ciri-ciri nabi yang telah dijelaskan di atas, berikut beberapa ciri rasul yang bisa anda jadikan sebagai pedoman untuk mengetahui perbedaan nabi dan rasul

  1. Rasul menerima wahyu dari Allah tak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga wajib disampaikan kepada semua umat di bumi.
  2. Allah mengutus Rasul dengan membawa syariat yang baru dari syariat yang telah di bawah Rasul sebelumnya.
  3. Allah akan mengutus seorang Rasul di tengah kaum yang belum beriman atau masih kafir.
  4. Jumlah dati Rasul jauh lebih sedikit dari jumlah nabi.
  5. Setiap manusia yang diutus sebagai Rasul oleh Allah, sudah pasti dirinya juga merupakan seorang nabi.
  6. Wahyu yang diterima oleh para rasul dapat disampaikan oleh Allah melalui mimpi maupun melalui malaikat, dan bahkan mereka dapat melakukan komunikasi ketika wahyu sedang diturunkan.
  7. Jika nabi ada yang terbunuh oleh kaumnya sendiri, namun Allah telah menjamin rasul-Nya terselamatkan oleh segala percobaan pembunuhan yang dilakukan kaumnya.

Dari ciri nabi dan rasul yang telah disebutkan di atas, mungkin anda bisa langsung mengetahui secara detail perbedaan nabi dan rasul. Bahkan dari perbedaannya saja, rasul memiliki derajat yang jauh lebih tinggi.

Karena selain lebih istimewa di mata Allah, rasul juga diberi cobaan yang jauh lebih beat dibanding dengan cobaan yang Allah berikan kepada para nabi. Dan dari sekian banyak rasul, ada 25 rasul yang wajib anda ketahui dan iman.

Ke 25 rasul tersebut meruapakan manusia pilihan Allah yang tak ada satupun manusia setelahnya yang mampu menandingi keistimewaannya. Dan diantara 25 rasul yang wajib diketahui tersebut ada 5 diantaranya yang merupakan Rasul Ulul Azmi.

Rasul-rasul tersebut adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Ayub, Isa dan Muhammad SAW. Mereka adalah para Rasulullah yang memiliki tingkat kesabaran luar biasa. Nabi Nuh sendiri diberi cobaan oleh Allah SWT lewat anak dan istrinya yang tak mau ikut ajarannya.

Hingga pada suatu hari Allah memberikan kabar kepada nabi Nuh akan terjadi banjir badang. Dan Nabi Nuh pun segera memerintahkan umatnya untuk membuat perahu. Beberapa bulan berlalu dan perahu nabi Nuh pun jadi. Namun masa pembuatan perahu tersebut tidaklah mudah. Nabi Nuh dan kaumnya menerima banyak cemoohan dari orang kafir, mulai dari tuduhan bahwa Nabi Nuh gila, hingga pelecehan dengan membuang kotoran di perahu tersebut.

Sampai pada hari dimana banjir bandang benar-benar terjadi, kaum nabi Nuh beserta harta benda dan hewan ternaknya pun masuk ke dalam perahu tersebut. Namun sayangnya anak dan istri nabi Nuh tak mau masuk ke perahu tersebut dan ikut hanyut bersama orang kafir lainnya.

Lalu untuk kisah nabi Ibrahim sendiri mungkin sudah cukup sering anda dengar. Ya, kisah cobaan nabi Ibrahim ini menjadi sejarah Idul Kurban. Dimana ketika itu nabi Ibrahim diperintah Allah melalui mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya yaitu nabi Ismail.

Karena merupakan seorang hamba yang begitu patuh, lantas nabi Ibrahim meminta ijin kepada nabi Ismail untuk menyembelihnya. Tanpa banyak berfikir nabi Ibrahim pun mengiyakan perintah Allah dan permintaan ayahnya tersebut.

Namun mukjizat Allah datang ketika tiba hari penyembelihan nabi Ismail, dimana nabi Ismail berubah menjadi seorang domba untuk disembelih.

Sedangkan untuk nabi Ayub, beliau diberi cobaan oleh Allah melalui harta benda dan anak-anaknya yang diambil oleh Allah. Tak cukup di situ, selama berpuluh-puluh tahun Nabi Ayub diberi penyakit kulit yang sangat parah, sampai-sampai dia diasingkan. Dan ketika itu hanya istrinya yang mau menemani dan mengirimkan makanan pada nabi Ayub yang tinggal di tengah hutan.

Kemudian bagaimana dengan kisah Nabi Isa? Belai merupakan anak seorang wanita suci bernama Maryam. Nabi Isa tidak memiliki ayah. Ketika lahirnya nabi Isa, banyak orang yang mencemooh ibunya dengan mengatainya sebagai wanita hina karena hamil tanpa suami. Namun mukjizat Allah datang membantu dengan memberi keajaiban bayi nabi Isa pun dapat berbicara dan menjelaskan bahwa ibunya adalah wanita baik-baik yang tak pernah sekalipun disentuh pria.

Kisah berikutnya adalah kisah nabi agung Muhammad SAW. Kisah beliau sangatlah banyak, mulai dari sudah menjadi yatim piatu pada usia 6 tahun, dan sampai tutup usia beliau pun selalu diburu oleh orang-orang kafir yang ingin membunuhnya.

Namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa seorang rasul selalu diselamatkan dari percobaan pembunuhan, begitu pun pada Nabi Muhammad. Hampir setiap hari beliau mendapati percobaan pembunuhan atas dirinya, namun selalu saja gagal.

Semoga penjelasan di atas bisa membawa anda ke dalam kehidupan yang lebih baik dengan meniru segala amal baik yang telah dicontohkan nabi dan rasul.


Rekomendasi

Leave a Comment